Rindu ini slalu terjaga.
Tak peduli mentari terlelap dalam lelahnya.
Tak peduli rembulan bersembunyi dalam sapaan pagi.
Aku hanya gadis labil yang terkadang tak mampu menghadapi perasaanku sendiri. Seseorang berkata, "kesabaran adalah suatu hal yang tanpa batas, dan jika kesabaran itu terbatas, itu hanya mereka tak mampu menghadapi hawa nafsunya". Memang benar, sebuah kesabaran itu tak terbatas, mungkin seseorang hanya berusaha lebih tegar, lalu lelah, dan itu mereka mengatakan bahwa sabar ada batasnya.
Mungkin sahabat blogger masih bingung, tentang apa yang akan saya posting kali ini. Ada kerinduan, ada kesabaran? Apa ada hubungannya antara kedua hal tersebut?
Kerinduan. Kerinduan adalah suatu hal yang biasa dirasakan kala jarak dan waktu membentang. Kerinduan bukan berarti rindu tak bertemu, tak bertatap muka. Kerinduan juga bisa terjadi saat seseorang tak lagi merasakan sosok yang kerap hadir di setiap waktunya, menemani, menghibur, memberi semangat, juga hal yang lainnya. Hal ini juga sering kali ku rasakan. Bukan aku ingin "dia" slalu ada untukku, slalu menjadi yang kuinginkan, karena aku juga sadar, aku dan dia bukan kita yang slalu bisa bersama. Kesibukan membuat kata kita harus terpaksa lenyap. Kerinduanku padanya hanya sebatas lewat kata. Bukan ingin bertemu bertatap muka, karena pasti ada hal lain yang harus diprioritaskan hanya sekedar bertemu melepas rindu.
Hanya bersua lewat kata. Memberi kabar yang slalu ku tunggu, mungkin bisa sedikit mengobati kerinduanku padanya. Ya, sedikit. Kerinduanku yang seringkali terabaikan diabaikan, kerap membuat air mataku berbicara tentang hal ini. Aku cukup menyadari, dan seharusnya akupun mencari kesibukan untuk meluapkan kerinduan yang cukup menyiksa ini. Namun nyatanya, aku hanya bisa membiarkan air mataku membasahi pipiku.
Namun, apa hubungannya dengan sebuah kesabaran?
Hmm, mungkin sebagian sahabat blogger mengerti apa yang aku maksud, hehe. Bukan aku tak mampu menghadapi hawa nafsu. Namun ntah mengapa, rindu ini slalu berat aku rasakan. Aku adalah sosok wanita yang cenderung lebih dulu berfikir negatif tentang suatu hal. Itu yang membuatku sedikit tersiksa saat aku tak mendapati dia memberitahukan keadaannya padaku. Kadang aku ingin dia meyakinkanku bahwa apa yang ku fikirkan itu salah. Terkadang aku tak mengerti tentangnya, sebenarnya dia tau apa yang harus dia lakukan, tapi apa yang membuatnya tak peduli? Apa dia ingin aku berfikir bahwa pemikiran negatifku itu sia-sia? Ntahlah.
Aku juga wanita yang berperasaan lebih. Ingin rasanya sehari saja aku tak merasakan kerinduan ini. Sehari saja. Meskipun kerinduan ini menghantuiku seumur hidupku, aku hanya ingin sehari kerinduan ini pergi.
"Terkadang bukan kita yang tidak bisa bersabar, tapi orang lain yang tak mengerti dan tak menganggap kesabaran kita berarti di matanya".


