RSS
Facebook
Twitter

Februari 14, 2015

A Piece of My Life

Kata-kata ini tak berarti apa-apa. Juga air mata ini, hanya sekedar ikut serta. Mungkin akan terbaca oleh sapaan debu, tersimpan rapi tak ada yang peduli. Aku menjadi seseorang yang tak berguna saat ini. Memposisikan diriku diantara banyak kesalahan. Aku ingin mundur, tapi disitu aku jumpai lubang. Aku ingin melangkah, namun terdapat batu besar.

Tak ada yang mengerti akan hatiku saat ini, mungkin ada, namun lebih memilih untuk tak peduli. Ini menyakitkan, membuat sebagian dari hidupku tersakiti, tersakiti oleh diriku sendiri.

Tak ada banyak hal yang bisa aku lakukan saat ini, hanya menunggu dan menunggu. Menunggu waktu menyembuhkan luka yang telah aku ciptakan. Kekecewaan itu sangat pantas untuk aku terima. Aku bahkan tak berhak mendapatkan kata "maaf" untuk bagian dari hidupku yang telah kusakiti.


Dear..
Ini lebih menyakitkan dari apapun. Menyakiti sebagian dari hidupku, aku telah melakukannya? Kini kata maafpun sudah tak berarti lagi. Aku tak berharap banyak kita bisa memulai lagi dari awal. Aku sudah menanam kekecewaan yang amat dalam, dan apakah mungkin kau siram hingga kekecewaan itu bertambah dalam hatimu?? 
Aku selalu dalam penantianku, hingga waktu membuatmu memaafkan aku. Aku sudah sangat bodoh hingga melukai sebagian dari hidupku sendiri, melukai kamu. Aku tak apa, jika kamu memang memutuskan untuk pergi, membawa serta luka yang telah aku ciptakan, tapi satu hal yang harus kamu tau, aku selalu menantimu untuk kembali dan memulai kisah baru denganku. :"))
  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_