RSS
Facebook
Twitter

Desember 07, 2013

Just One Day

Rindu ini slalu terjaga.
Tak peduli mentari terlelap dalam lelahnya. 
Tak peduli rembulan bersembunyi dalam sapaan pagi. 

Aku hanya gadis labil yang terkadang tak mampu menghadapi perasaanku sendiri. Seseorang berkata, "kesabaran adalah suatu hal yang tanpa batas, dan jika kesabaran itu terbatas, itu hanya mereka tak mampu menghadapi hawa nafsunya". Memang benar, sebuah kesabaran itu tak terbatas, mungkin seseorang hanya berusaha lebih tegar, lalu lelah, dan itu mereka mengatakan bahwa sabar ada batasnya.

Mungkin sahabat blogger masih bingung, tentang apa yang akan saya posting kali ini. Ada kerinduan, ada kesabaran? Apa ada hubungannya antara kedua hal tersebut?

Kerinduan. Kerinduan adalah suatu hal yang biasa dirasakan kala jarak dan waktu membentang. Kerinduan bukan berarti rindu tak bertemu, tak bertatap muka. Kerinduan juga bisa terjadi saat seseorang tak lagi merasakan sosok yang kerap hadir di setiap waktunya, menemani, menghibur, memberi semangat, juga hal yang lainnya. Hal ini juga sering kali ku rasakan. Bukan aku ingin "dia" slalu ada untukku, slalu menjadi yang kuinginkan, karena aku juga sadar, aku dan dia bukan kita yang slalu bisa bersama. Kesibukan membuat kata kita harus terpaksa lenyap. Kerinduanku padanya hanya sebatas lewat kata. Bukan ingin bertemu bertatap muka, karena pasti ada hal lain yang harus diprioritaskan hanya sekedar bertemu melepas rindu. 

Hanya bersua lewat kata. Memberi kabar yang slalu ku tunggu, mungkin bisa sedikit mengobati kerinduanku padanya. Ya, sedikit. Kerinduanku yang seringkali terabaikan diabaikan, kerap membuat air mataku berbicara tentang hal ini. Aku cukup menyadari, dan seharusnya akupun mencari kesibukan untuk meluapkan kerinduan yang cukup menyiksa ini. Namun nyatanya, aku hanya bisa membiarkan air mataku membasahi pipiku. 

Namun, apa hubungannya dengan sebuah kesabaran?

Hmm, mungkin sebagian sahabat blogger mengerti apa yang aku maksud, hehe. Bukan aku tak mampu menghadapi hawa nafsu. Namun ntah mengapa, rindu ini slalu berat aku rasakan. Aku adalah sosok wanita yang cenderung lebih dulu berfikir negatif tentang suatu hal. Itu yang membuatku sedikit tersiksa saat aku tak mendapati dia memberitahukan keadaannya padaku. Kadang aku ingin dia meyakinkanku bahwa apa yang ku fikirkan itu salah. Terkadang aku tak mengerti tentangnya, sebenarnya dia tau apa yang harus dia lakukan, tapi apa yang membuatnya tak peduli? Apa dia ingin aku berfikir bahwa pemikiran negatifku itu sia-sia? Ntahlah.

Aku juga wanita yang berperasaan lebih. Ingin rasanya sehari saja aku tak merasakan kerinduan ini. Sehari saja. Meskipun kerinduan ini menghantuiku seumur hidupku, aku hanya ingin sehari kerinduan ini pergi. 

"Terkadang bukan kita yang tidak bisa bersabar, tapi orang lain yang tak mengerti dan tak menganggap kesabaran kita berarti di matanya".

November 24, 2013

Perbedaan itu Indah?

Assalamu'alaikum, sahabat blogger. Kali ini, saya mau posting tentang cinta lagi nih, jangan bosen-bosen yaa, hehe. Ya gini nih kalo dunia percintaan udah menyatu sama dunianya para remaja, wkwk. Okey okey, pasti udah gasabar mau baca kan niih? hehe, langsung intip yuuk :3

Para remaja tentunya sudah tak asing lagi dengan istilah "CINTA". Gabisa dipungkiri bahwa istilah itu udah menyatu saat kita baru dilahirkan ke dunia yang penuh misteri ini. Ehm, saat kita masih bisa mengekspresikan apa yang kita rasa dengan hanya menangis, kita sudah dikenalkan dengan istilah cinta, ya walaupun belum terlalu luas. Misalnya, cinta yang kita dapat adalah cinta dari Sang Pencipta, kedua orang tua, dan keluarga besar yang lainnya. Dan seiring berjalannya waktu, kita mulai dikenalkan dengan cinta yang lain. Bapak/Ibu Guru, teman, sahabat, bahkan seseorang yang kebanyakan remaja memanggilnya dengan istilah "pacar". Nahloo, yang udah mulai kenal galau dan teman-temannya, hihihiw..

Dunia percintaan yang membuat kita mengenal banyak istilah. Salah satunya adalah istilah yang akan menjadi topik pada postingan saya kali ini. Apa itu? Pasti semua tak asing lagi dengan kata-kata "perbedaan itu indah". Nah, benarkah?

"Berpacaran", apasih sebenarnya yang dimaksud dari kata berpacaran? Statuskah? Saya rasa bukan hanya itu. Kata itu adalah salah satu jembatan untuk bisa meraih masa depan. Eits, tentunya kalo masih dalam kata berpacaran, bukan berarti masa depan yang tanda kutip yaa *apaan sih? Okey kembali, berpacaran dalam arti kita harus bisa mengenali siapa "dia" yang sebenarnya sebelum kita melangkah jauh ke depan. Seperti halnya memeriksa keadaan perahu yang akan kita gunakan untuk menyeberangi samudera, ya seperti itulah. Artinya, mengenal kepribadian.

Dalam dua orang yang manyatukan sebuah cinta yang sama, tak mungkin mempunyai kesamaan keseluruhan, pasti terdapat beberapa perbedaan yang menyertai. Nah, perbedaan itulah yang sebenarnya membuat sebuah hubungan itu lebih berwarna. Bagaimana bisa?

Perbedaan itu adalah salah satu cara bagaimana kita bisa bersikap menghargai, menerima, dan tentunya melengkapi. Bukankah sebuah hubungan harus bisa menumbuhkan seminimalnya 3 unsur tersebut? Terkadang seseorang mengatakan bahwa, perbedaan akan menghancurkan segalanya. Nyatanya nggak, selama keduanya masih bisa menghargai, menerima, dan melengkapi tentunya.

Sekarang, tergantung bagaimana keduanya menilai sebuah perbedaan untuk kenyamanan mereka. Dan guys, bukankah tanpa perbedaan takkan tercipta Indonesia? Suku, bahasa, bahkan agama yang berbeda, namun tetap saja bernama Indonesia. Dan perbedaan apapun selama bisa menghargai, menerima, dan melengkapi, juga tetap saja namanya cinta.

Intinya, perbedaan itu mengajarkan sebuah keberanian, keyakinan, dan tentunya ketulusan. Dan perbedaan itu indah.

Sekian nih guys, semoga bisa sedikit banyak memotivasi yaa ;-)

Wassalam,

Tanda Tanya Cinta

Assalamu'alaikum, sahabat blogger. Selamat sore (waktu Surabaya).
Kali ini saya akan posting kutipan kata yang sengaja saya kutip dari sebuah novel yang baru selesai saya baca. Novel karangan Muhamad Ardiansha el-Zhemary, yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang berjudul "Dreamed Angel ~ Catatan Kecil Felisya".


"Lima huruf yang mampu mengubah sejarah dunia. Lima huruf yang mampu membuat manusia menjadi manusia yang paling bahagia, namun juga mampu mengubah manusia menjadi manusia yang paling sedih. Lima huruf yang pasti akan dimiliki setiap manusia yang memiliki hati, karena dari hati lima hiruf itu timbul dan berkembang. Lima huruf yang menjadi sumber inspirasi bagi para penyair dan musisi untuk menuangkan ide mereka. Lima huruf yang mampu membuat manusia bangkit, menjadi lebih baik, walau juga terkadang lebih terpuruk. Lima huruf yang juga menyebabkan terjadinya pembunuhan yang pertama kali. CINTA", kata-kata itulah yang menginspirasi saya untuk menuangkan apa yang saya tau tentang cinta.

Saya sangat membenarkan tentang opini tersebut, namun terlepas dari kata-kata yang sengaja saya kutip di atas, saya sendiri berpendapat bahwa cinta adalah suatu hal yang sulit didefinisikan namun sangat mudah dirasakan oleh mereka yang mempunyai hati. Tentu, hatilah yang pertamakali merasakan kehadirannya. Sebuah hal yang memang mampu mengubah segalanya, tawa menjadi duka, dan air mata menjadi bahagia. Bahkan mengubah yang putih bercahaya, menjadi hitam penuh darah. 

Mengenal cinta adalah hal yang indah, sebenarnya. Namun tak sedikit dari mereka yang berpendapat bahwa cinta itu menyakitkan? Kurasa, yang menyakitkan bukanlah cinta, namun perasaan mereka sendiri entah apa. Cinta adalah sebuah simbol, sedangkan perasaan adalah wujudnya. Wujud dari cinta. Iya, yang seringkali mereka rasakan dan memaksa mereka berpikir bahwa cinta telah menyakiti mereka. Padahal jika mereka mampu mengendalikan wujud cinta yang mereka punya, mereka kan menyadari bahwa cinta itu sebuah anugrah.

Sahabat blogger, kini saatnya kalian menyimpulkan sendiri. 
Apakah arti dari  cinta yang sesungguhnya??? :) :) :)

Wassalam.

November 19, 2013

Langkah Menuju Dewasa


Kehidupan.. Ya, kehidupan, aku, kamu, kalian, mereka, pasti mengenal istilah kehidupan. Suatu proses dimana semua orang kan mengerti banyak makna. Dari apapun, juga dari siapapun. Tak perlu disangkal bahwa hal sekecil apapun, pasti sedikit banyak mengajarkan sesuatu hal yang bermakna, berkesan bagi pelaku utama.

Pernahkah kalian tau apa itu waktu? Mungkin banyak orang mengartikan itu dengan perndapat mereka masing-masing. Dan aku sendiri, tak paham akan itu. Yang ku tau, waktulah yang mengajarkan aku tentang hidup ini. Dari seorang anak kecil yang hanya tau rasanya sakit saat terjatuh, dan orang tua yang slalu membantuku bangkit. Hingga ku kenal arti rasa sakit yang lain, dan tentu masih ada orang tua, sahabat. Dan mereka itulah orang-orang yang slalu menemaniku untuk berteman dengan waktu.

Kadang, waktu membuatku merasakan pedih dan air mata. Namun ku tau, itu agar aku lebih bisa menghargai sekecil apapun kebersamaan dan segala hal yang membuatku tertawa. Aku bukan manusia yang terlahir tanpa masalah, tanpa beban, tanpa air mata. Bahkan aku pernah terdiam dalam kegelapan yang membuatku sangat mengenal waktu. Apa? Siapa dia?

Dia adalah masa. Dia yang memaksaku untuk selalu mengambil hikmah disetiap apa yang terjadi padaku. Memaksaku untuk lebih bersikap dewasa, bersikap layaknya aku mampu taklukan rintangan yang dunia berikan padaku. Bukan. Bukan aku mencoba untuk bersikap munafik. Ku tau, aku tak sekuat batu karang yang tak hancur terhantam ombak. Tapi aku hanya mencoba tegar seperti mereka. Beberapa kali ombak menghantamnya, mereka masih tetap mampu bertahan, bahkan menjadi pelindung bagi makhluk kecil penghias lautan.

Seperti yang ku katakan berkali-kali. Kehidupan adalah perjalanan. Proses mengenal suatu hal yang belum pernah kalian kenal. Dan ada masa, dimana keputusan harus dipilih dengan bijak tanpa emosi. Dan waktu, waktulah yang akan menjadikan semua pelaku utama dalam kehidupan ini lebih bijaksana, dengan cara yang berbeda.

Karena hidup, bukan tentang bagaimana bercerita pada dunia, berkeluh kesah padanya. Namun tentang bagaimana menunjukkan padanya bahwa kita bisa melewati rintangan yang mencoba menghalangi langkah kita.

Dan waktu adalah proses, langkah menuju dewasa dan bijaksana. :) :) :)

November 16, 2013

Give It Just For Me

Dia tak bisa dilihat, namun sangat pandai untuk melihat. Dia yang tak pernah bisa berpura-pura, selalu sulit menyembunyikan yang dirasa, sekalipun telah berniat melakukannya. Ada saat dimana dia lelah, iya, lelah tentang semua yang dirasakannya. Saat ia tak lagi bisa bersembunyi dibalik kata, hanya senyum kecil yang bisa dipaksakannya. Dia adalah sesuatu yang selalu bersamaku, merasakan apapun itu. Bahagia maupun air mata, dia yang buatku merasakannya. Aku tak menyesali, sekalipun dia sangat lebih bisa membuatku merasakan apapun yang belum pasti terjadi sekalipun. Ya, dia adalah hati, perasaanku yang tak dapat terbohongi.

Terkadang, sesuatu membuatku bingung merasakan apa yang seharusnya tak perlu kurasakan. Mempertanyakan yang tak perlu ku pertanyakan. Ku sadari, aku adalah aku dengan hati yang lemah. Perasaan yang tak pernah bisa untuk ku bohongi, meskipun senyumku mampu menutupi.

Sama, seperti apa yang kurasakan saat ini. Sebenenarnya ku tak perlu lakukan apapun untuk meyakinkan hatiku. Tapi, sesuatu memaksaku untuk melakukannya. Aku tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya bisa merasakan apa yang dirasakan hati. Aku bukan penyair, yang pandai ungkap kata. Tapi perasaan ini menuntunku untuk selalu merangkainya, menjadi luapan emosi saat hatiku sedang terbalut rasa.

Aku ingin ungkapkan segala apa yang kurasa padanya. Iya, padanya. Pada dia yang selalu menyita waktu dan perasaanku. Pada dia yang selalu memenuhi fikiranku. Pada dia yang ku cinta. Aku ingin mengetahui semua, namun aku ragu. Apa aku sanggup hadapi kenyataan yang akhirnya tak sesuai harapan? Apa aku mampu untuk mengetahui sesuatu hal yang mungkin membuat luka baru pada diriku?

Besi yang kuatpun tak mampu menahan dirinya agar tak tenggelam. Begitupun hatiku, setegar apapun, ia takkan mampu berdiri tegar seperti yang kuinginkan.
Aku ingin merasakan menjadi seseorang yang tak berperasaan sekalipun, aku ingin terbebas dari prasangka buruk yang memaksaku memikirkan sesuatu yang belum pasti terjadi.

Namun, aku hanya berharap. Dengan adanya perasaan ini, dengan seringnya ku rasakan ini, hati ini kan lebih bisa menerima apapun, sesakit apapun. Karena, semua orang takkan mampu hadapi gelap malamnya tanpa setitik cahaya yang membantunya mencari mentari.
Seperti halnya diriku, dengan lentera yang kumiliki saat ini, aku takkan mampu jika suatu saat Tuhan mengambil lentera itu (lagi). Cukup kurasakan gelapnya, dan saat ini aku hanya berharap, apapun yang terjadi, Tuhan selalu bersedia berikan lentera itu untukku.
Hanya lentera itu, dan hanya aku.

November 13, 2013

Remaja vS Emosional

Banyak kata yang tak perlu diungkapkan, namun perlu dimengerti. Aku tak perlu mengatakan “aku sayang kamu”, dan kamu cukup pandai membaca hatiku. Hati, tempat dimana tersimpan berjuta kata yang terkadang tak mampu diungkapkan, dan juga terkadang pengungkapannya dengan penuh emosional. Tidak, bukan amarah. Emosional adalah suatu cara bertindak atau mengungkapkan sesuatu dengan penuh perasaan. Dan perasaan bukan hanya tentang amarah bukan? Jadi emosional bukanlah amarah. Emosional terkadang menguasai hati. Ketika kamu bahagia, apa yang kamu rasakan seolah mudah kamu ungkapkan, namun tak jarang juga sebagian dari kita lebih memilih diam. Dan ketika kamu bersedih, kamu cenderung mengungkapkan kesedihan kamu dengan alasan bisa membuat hati kamu sedikit lega, namun tak jarang juga, kamu lebih memilih diam tak berkata, sehingga akhirnya air matalah yang berbicara.

Sebagian dari kita, khususnya wanita, tak menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah ungkapan emosiaonal dari hati kita. Ada pepatah bahwa kita seharusnya bisa mengendalikan emosi, namun faktanya, emosilah yang mengendalikan kita. Tak banyak orang yang mampu mengusai hati, terlebih saat kita merasa tersakiti. Mengapa? Sakit hati bukan lagi hal yang langka, hal tersebut sangat lumrah dan wajar terjadi, terlebih pada usia remaja yang masih labil akan emosi. Banyak dari mereka lebih mengungkapkan kesedihan mereka pada sosial media dan berharap ada seseorang yang mampu tenangkan mereka. Padahal, dengan hanya bersikap tenang dan menguasai emosional, mereka tak perlu membuat dunia tau apa yang mereka rasakan. Tak mudah memang, lalu, apa dengan membuat dunia tau, mesalah itu akan selesai? Bahkan yang ku tau, dengan membiarkan dunia tau, terkadang kita lebih terlihat lemah tanpa kalian tau.

Hidup ini bukan tentang sakit hati. Masih ada hal lain yang lebih bisa membuat kalian merasa tersakiti. Remaja, memang fase dimana kedewasaan dan pengetahuan lebih banyak mereka dapatkan. Namun, tak jarang mereka terhambat oleh emosi mereka sendiri.

Hidup kalian masih panjang, kalian belum merasakan seperti apa hidup yang sebenarnya. Jangan hanya tentang sakit hati yang kalian rasakan, membuat impian kalian terhenti begitu saja. Sia-sia. Kalian akan mengerti apa arti sakit hati jika kalian telah merasakan seperti apa kehidupan. Pasti sebagian dari kalian berfikir bahwa dua hal tersebut sangat tidak sebanding. Sebagian dari kalian pasti lebih memilih sakit hati berkali-kali daripada kehidupan kalian harus terhenti sesaat.

Hati memang terkadang sulit dimengerti. Tapi cobalah untuk sedikit memahami. Jangan pernah salahkan orang lain, karena mereka tak pernah tau apa yang ada dalam isi hatimu. Jika itu salah, perbaiki. Dan jika itu berat, cobalah untuk setahap demi setahap membawanya. Tak ada luka yang abadi jika kalian mengerti bagaimana caranya mengendalikan hati kalian sendiri.

Dan wanita yang sesungguhnya adalah ia yang tak pernah ceritakan masalahnya kepada dunia, kecuali hanya kepada mereka yang peduli. So, jangan buat dirimu terlihat lemah dimata dunia girl.

Be strong girl..! ;-)

Kisah Perjalanan Cinta II

Waktu membawaku mengenal mereka, sahabat-sahabat yang bisa sedikit menghilangkan sakit yang kurasa. Waktu juga sepertinya mengenalkan aku pada CINTA yang lain. Aku tak mengenalnya sebelumnya, tapi aku pernah bertemu, dan pertemuan awal itulah yang akhirnya membuatku memiliki rasa ketertarikan terhadapnya. Siapa dia? Itu yang seringkali ku pertanyakan pada diriku sendiri. Sosok yang kharismatik, simpatik, dan tentunya, pandai sekali dia membuat mata hatiku terus ingin melihatnya. Aku adalah seseorang yang membawa luka dan ingin menggantikannya dengan kebahagiaan yang sempat hilang.

Lentera, yaa aku membutuhkan lentera yang setia menemaniku menyinari kegelapanku seperti saat ini. Mungkinkah dia? Rasanya, aku ingin bersahabat dengan waktu, aku sangat ingin mengetahui apa yang terjadi satu menit setelah ini? Tuhan, jika aku boleh meminta, aku hanya ingin ada seseorang yang membawaku keluar dari ruang kegelapan ini, namun tidak membawaku pada ruang kegelapan yang lain. Aku hanya ingin mendapatkan kehagiaan, setelah sebelumnya, aku tlah kehilangan sesuatu yang kuanggap itu kebahagiaanku.

Waktu berjalan, dan waktu menjawab tanyaku. Waktu tlah berbaik hati untuk mengenalkan aku pada sosok yang membuat mata hatiku tak henti ingin melihatnya. Pada sosok yang menggetarkan hatiku saat bertemu dengannya. Kini aku mengenalnya, namun aku belum tau pasti siapa dia dan bagaimana dia. Dan aku berharap, waktu izinkan aku untuk mengenalnya lebih dekat.

“Tuhan, aku ingin kali ini Kau kabulkan permohonanku, aku ingin dia adalah kebahagiaanku yang selama ini Kau siapkan untuk mengganti air mata yang keluar dari mataku selama ini. Empat tahun sudah aku bertahan pada ketidakpastian cinta, permainan yang membuat aku menjadi pribadi yang jauh berbeda. Kini ku mohon, kembalikan keceriaan dan senyuman dengan mengizinkan aku mengenal dia lebih dekat”.

Seiring dengan berjalannya waktu, waktu mengembalikan aku menjadi pribadi yang ku kenali dulu, aku yang tak mudah patah semangat, aku yang tak pernah menunjukkan kesedihanku pada semua orang. Dan waktu menjawab semua inginku, bahkan lebih. Aku yang ingin mengenalnya lebih dekat, kini, dia tlah menjadi milikku, seseorang dalam hatiku. Aku menyayangi, dan mencintainya. Entah, apa yang membuatku dari ingin mengenalnya menjadi sangat menyayanginya.

Ini jawaban Tuhan. Dia, dia adalah lentera yang berhasil menemaniku melewati gelap kehidupanku. Dia yang berhasil kembalikan senyumku. Dan dia yang temani aku, disaat aku rapuh. Memberiku semangat untuk bangkit, disaat aku terjatuh.

Apa yang ku yakini, kini tlah benar-benar ku dapatkan. Air mata yang dulu menemaniku, kini tlah menjadi butir-butir kebahagiaan. Ternyata, hidup ini adil. Tuhan slalu hadirkan pelangi setelah hujan, walau tak secepat yang kita inginkan. Semua proses. Dan hidup ini perjalanan.

Sekarang aku bersyukur, dengan adanya aku yang rapuh dulu, kini aku menjadi pribadi yang lebih kuat. Masalah apapun yang menghadangku, dia slalu ada membuatku bangkit. Sekalipun dalam perjalanan cinta ini, seringkali juga dia membuat air mataku menetes, namun, dia berhasil membuatku tersenyum kembali. Dia mengajarkan aku kekuatan untuk bertahan dalam situasi apapun. Karena aku menyayanginya. Ini bukan kebodohan, namun ketulusan ini membuatku bertahan. Kekuatan cinta ini yang memaksaku menerima banyak makna cinta yang belum ku ketahui. Dan dia, dia mengajarkan semuanya.

Pelangi setelah hujan. Air mata sebelum kebahagiaan. Dan kini, aku benar-benar menyayanginya. Penyemangat dan kekuatanku. Dia adalah lenteraku :-)

Kisah Perjalanan Cinta

Lima tahun yang lalu, tepat dimana aku mengenal arti cinta. Kebahagiaan, yaa awalnya memang kebahagiaan yang kurasa. Canda tawa bersama orang yang ku sayang dan menyayangiku. Namun, semua tak seperti yang diharapkan. Tak seindah yang dibayangkan. Dua orang yang saling mencintai, namun di salah satu pihak, memilih untuk mempererat hubungan persahabatan. Memang, cukup bahagia kurasa hanya dengan persahabatan itu. Namun sakit saat ku tau orang yang biasa memberikan waktunya hanya untukku, harus membagi waktunya untuk orang lain.

Ku tersadar, hanya persahabatan. Dan ia, memilih kebahagiaan yang lain selain diriku. Aku tak mengapa, hanya dengan dia slalu ada di dekatku, itu cukup membuatku merasakan kebahagiaan, tanpa membuang kemunafikan. Karena sesungguhnya, tak ada kata “kita bahagia melihat orang yang kita sayang bahagia”, walau dengan orang lain? TIDAK. Rasa sakit itu pasti sempat kita rasakan, merasa hidup ini tak adil.

Waktu terus berjalan dengan rasa sakit ini. Apa yang bisa ku lakukan? Pergi? Aku tak mampu. Bertahan? Cukup sakit bagiku. Namun, aku mencoba tegar, ikhlas dalam menjalani semua ini, walau terkadang, aku tak bisa sembunyikan rasa sakit yang ku rasakan.

Awalnya, semua ini mengubahku menjadi pribadi yang tertutup, aku menjadi pendiam, pemurung. Aku juga tak lepas dari sifat iri, aku menjadi suka mencela dan membenci orang lain. Tanpa ku sadari, semua adalah perjalanan. Yaa, siapa yang bisa hentikan waktu, waktu terus berjalan dengan atau tanpa rasa sakitku. Siapa yang peduli? Hanya diriku yang mampu mengobati luka abadi ini. Yaa, awalnya ku kira begitu, hanya aku yang mampu mengobati rasa sakit yang selama kurang lebih empat tahun ku rasakan. Iyaa, empat tahun ku bertahan pada cinta yang hampir membuatku menyerahkan seluruh waktu hidupku hanya untuk sebuah ketidakpastian.

Dan sampai akhirnya, waktu lelahkan hatiku. Aku dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang membuat lukaku sedikit menghilang, walaupun masih membekas. Bukan sebelumnya ku tak mempunyai sahabat, namun, kali ini waktu bersama lebih banyak dibanding sebelummnya. Dan dari sinilah aku mengenal arti dan makna dari CINTA….

Cinta tak Sesederhana "Aku + Kamu = Kita"

Hidup adalah tentang sebuah perjalanan. Semua orang yang hidup di dunia ini, mungkin menginginkan kehidupan yang mereka inginkan, tentram, nyaman, damai, terlebih saat mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Salah satunya adalah tentang “cinta”. Banyak orang mengartikan bahwa cinta itu sesederhana “aku dan kamu menjadi kita”. Tapi tak sesederhana yg mereka kira. Semua orang menginginkan bahagia bersama orang yang mereka sayang, bersama cinta mereka. Tapi, ada saat dimana mereka harus membiarkan, merelakan orang yang disayang memilih kebahagiaan yang lain selain dirinya. Apa yang bisa dilakukan?

Terkadang, keterpurukan lebih dulu menghampiri. Memang. Namun untuk apa? Jika memang cinta itu pantas diperjuangkan, lantas mengapa harus menangis tersedu-sedu tiada guna? Bangkit dan raih! Hidup ini keras dan butuh perjuangan, memang ada pepatah “jodoh tak lari kemana”, namun apa dengan hanya diam saja, jodoh akan menghampiri? Cinta itu bercerita tentang kedekatan satu sama lain, perkenalan satu sama lain yang mungkin terdapat beberapa perbedaan yang akhirnya saling melengkapi.

Jika kau belum bisa meraih apa yang kau inginkan, jangan berpacu pada keterpurukan, berpaculah dengan kata “aku yakin bisa”, kau pantas perjuangkan kebahagiaan yang memang pantas milikmu, yaa pantas kau miliki.
Dan jika semua kebahagiaan tlah bersamamu, jagalah. Karena tak semua orang mendapatkan kebahagiaan sepertimu.

Jangan putus asa. Jalani hidupmu dengan keyakinan, langkahkan kakimu dengan senyuman. Dan syukuri apa yang tlah kau dapatkan. Hidupmu adalah untuk bahagiamu.
  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_