RSS
Facebook
Twitter

Agustus 16, 2015

Hanya Tak Mengerti

Kepada siapa aku bercerita?
Angin berhembus begitu saja.
Kepada siapa aku mengadu?
Malam selalu datang berpadu.

Aku merasakan dinginnya pagi.
Merasuk dalam jiwaku yang sepi. Amat sepi.
Pekatnya malam kunikmati sendiri. 
Bintang itu, dia tahu yang kurasakan dalam kalbu.

Aku mencoba seperti angin. Merasakan bebas tanpa dinding.
Menembus segala benteng. Tak peduli lebatnya hujan.
Tapi aku siapa?
Jangankan berlari. Untuk bangkit saja susah.

Bukan diriku jika aku tak mengerti.
Bukan diriku jika aku tak mampu.
Bukan diriku jika aku tak berani.
Bukan juga diriku yang jauh akan kepalsuan.

Adakah yang memahami rasaku?
Adakah yang mengerti maksudku?
Akankah semua ini kalah dengan tegarnya hatiku?

Sudah kubilang. Dia tahu.
Apa mungkin dia mengerti?

Agustus 05, 2015

Cahaya Satu Bulan

Kutanyakan pada hempasan angin.
Mengapa slalu kurasakan rindu ini padanya yang lukai hati?
Kutanyakan pada desiran waktu.
Mengapa tiada bosan hati ini mengingatnya?

Dan kurebahkan tubuhku di bawah langit hitam. Sengaja kupandangi bintang-bintang yang tak pernah sendirian. Mereka bahagia. Selalu bersama dalam setianya menghiasi malam pekat. Kupalingkan pada rembulan. Lalu mengapa ia seorang diri? Tak inginkah ia bersama dengan yang lain? Kutemui jawabnya hanya pada satu sinar. Ia memang slalu sendiri. Tapi cahaya seribu bintang tak bisa menandingi cahaya satu itu.

Kini kutahu jawabannya.
Rasa sakit dan kecewa yang kurasakan.
Lalu mengapa aku slalu mengingat dan merindunya?
Karena hanya satu.
Satu ketulusanku untuk mencintanya.
Tak kan pernah terkalahkan dengan besarnya rasa sakit dan kecewaku.

Bukankah waktu yang mengizinkan aku dan dia betemu? Waktu yang mengizinkan aku bersatu dengannya. Bahagia dalam dekapan waktu. Sedih dalam rentangan waktu. Dan semua tentang waktu. 

Dalam dekapan waktu pula aku sangat merindukannya.
Ketika aku rasakan sakit ini.
Ketika aku rasakan kecewa ini.
Namun tak bisa kupalingkan rasa rinduku sedetikpun.
Aku rindu.
Rindu padanya yang biasa membuatku tertawa, tersenyum bahagia.
Meski sekarang kurasakan sendiri.
Tapi cintaku tak pernah bohongi hati. 
Kuingin dia disini. Tepiskan sakit dan kecewaku.

Agustus 02, 2015

Malamku Tentangmu

Yang kusuka dari malam adalah pekatnya. Gelapnya memang gelap, hitamnya memang hitam, tapi indahnya sangat indah. Aku selalu memperhatikan yang terjadi saat malam tiba, hewan bernyanyi sangat riang meramaikan sepinya gelap malam.

Dan hal yang selalu menari dalam bayanganku saat malam tiba adalah kebersamaanku denganmu. Aku tak pernah bisa melepaskanmu dari benakku terlebih pada kesendirianku dalam malam. Angin yang berhembus menerpa tubuhku, menceritakan satu per satu waktu yang telah kita lalui. Tahukah kau bahwa aku selalu merindukanmu? Menantikan waktu untuk mempertemukan kita lagi. 

Aku mendekap angin malam, untuk membiarkannya menceritakan kembali kisahku bersamamu. Sungguh, aku rindu. 

Kamu, memancarkan sinar bahagia yang berhasil kutangkap dengan segenap hatiku. Aku bersedia tertawa, bahkan menangis, asal itu karenamu. Aku siap untuk menembus kerasnya dinding, menahan dingginnya malam asal aku tak kan kehilangan kamu.


Aku tak pernah menang dari rasa curigaku saat kamu jauh. Tak pernah menang dari rasa rinduku saat kau tak di sampingku. Tak pernah menang dari rasa takut kehilanganmu saat hari-hariku tanpamu. Aku selalu menanti mentari untuk bisa melihatnya. Karena berlalunya waktu, membuktikan bahwa aku akan segera bertemu dengan yang kurindukan. Kamu.

Jangan Lupa Bahagia

Apa yang lebih penting untuk bintang selain malam? Dan untuk melihat keindahan dalam kegelapan hari. Apa yang lebih penting dari angin untuk terbangnya sebuah layang-layang? Apa yang lebih penting teruntuk ikan melainkan air?

Aku tau, semua masa ada dalam kadar yang telah ditentukan. Lalu apa pentingnya untuk terus terlarut dalam sebuah kesedihan sedangkan seribu kebahagiaan menantiku selagi aku mampu untuk bangkit? Aku bisa saja berjalan mundur, tapi siapa yang menjamin aku tak kan terjatuh? Entah lubang, atau batu besar bahkan sebuah kulit pisang?

Aku yakin, semua insan tak pernah terlepas dari kesdihan. Semua sama, mengalami fase dimana mereka harus mencoba tegar melebihi yang pernah mereka bayangkan. Hanya satu yang berbeda. Cara bagaimana menghadapi kesedihan itu? Merangkak? Berjalan? Atau berlari? Bahkan diam di tempat untuk melihat sekelilingnya?

Aku juga pernah merasakan hal yang sama. Namun pedih. Ketika aku beranjak dari tempat itu, seseorang mengajakku untuk tetap disana. Entah apa yang kufikirkan hingga aku tak bisa beranjak. Tak sampai disitu, suara hatiku mengatakan aku harus berlari. Secepat dan sejauh mungkin. Menemukan sebuah tempat yang indah waktu itu. Dimana kupu-kupu terbang menari dengan riang. Burung berkicau dengan merdu. Langit biru dengan awan putih yang membentuk berbagai macam hal dalam bayanganku.

Menari dalam bahagiaku. Merajut senyum dalam hati dan nyataku. Aku menyesal, mengapa tak sedari dulu aku beranjak dari tempat itu? Sementara akan ku temui tempat indah seperti saat ini? Apa yang kukira tak kan pernah berakhir kesedihanku, ternyata itu hanya karena aku tak pernah beranjak darinya. Apa yang ku yakini kini telah berubah, perjalananku telah mengajarkan aku bahwa beranjak itu lebih penting dari sekedar terdiam dalam ketidaknyamanan.

Sayap indah seolah berbicara. Bahagialah dengan hidup yang kamu punya. 
Setelah malam, masih ada hari baru. Jangan lupa bahagia. ;-)

Agustus 01, 2015

Pelukis Hariku

Tidakkah membahagiakan jika melihat kupu-kupu dapat terbang dengan sayapnya? Tidakkah mengagumkan jika nampak ikan dapat berenang? Atau mungkin kelinci yang melompat dengan riang? Kebahagian bukan tentang yang kita inginkan, tapi tentang yang kita punya.

Dan aku tak pernah meminta untuk dipertemukan dengan pemilik hatiku. Lelaki tampan yang juga pandai merajut senyum di wajahku, bersedia melukis hari-hariku. Ini bukan tentang dia, tapi tentang aku yang mencintainya.

Bukan waktu yang sebentar untukku berjalan dari kegagalan soal hatiku. Mungkin aku kuat, sangat kuat. Terhianati oleh cinta yang selalu aku percaya menjadi sejatiku. Tapi apalah daya? Tupai pun masih bisa terjatuh. Namun aku tak menyalahkan kepercayaanku, aku hanya ingin memperbaikinya agar bisa utuh kembali.

Dengannya tak pernah kubayangkan. Matanya, senyumnya, genggaman tangan bahkan aroma yang menjadi khasnya itu, sedetik pun tak pernah lepas dari benakku. Aku bahagia, lebih dari bahagia yang pernah kurasakan. Aku nyaman, lebih dari kenyamanan yang pernah kujalani.

Hampir di sudut setiap aku berada, menjadi saksi kebersamaan kita. Jadi bagaimana aku bisa lepas dari bayang-bayangnya? Hmm, aku bahagia, entah apa yang mampu menggambarkan itu. Bahkan saat seseorang membaca ini dan merasakannya, aku lebih merasakan dari yang mereka rasakan. Bagaimana tidak? Untuk bersedih pun tak ada alasan.


Keindahan alam itu, saksi kebahagiaan yang kita ciptakan. Mungkin tak ada yang mengerti.
Jauh di dalam hatiku, aku masih disana bersamanya. Seseorang yang selalu ada di balik
terciptanya senyuman di wajahku. Yang selalu menjadi pelukis hari-hariku.
Senyumku, senyumnya, dan bahagia milik kita.

Selamat Berjumpa Matahari

Selamat berjumpa kembali sahabat blogger. Sekitar 5,5 bulan owner vacum dari dunia blogger karena kesibukan yang tak bisa ditinggal. Tetapi dari kesibukan itulah banyak sekali makna yang mungkin akan owner paparkan disini. Maaf jika owner telah membuat sahabat blogger dan para stalker merindukan postingan owner hehe^^ Salam hangat dari owner dan selamat membaca kembali. :-)



Pada dasarnya semua yang bernafas, semua yang bernyawa tak halnya dengan udara yang selalu bergerak kemana ia suka. Berhembus pada tingginya gunung, bertiup mengikuti layar di lautan, menari bersama desiran pasir. Begitupun aku, siapa mengira aku kan bertemu dengan sesuatu atau bahkan seseorang yang membuatku tertawa bahagia? Siapa yang mengira bahwa dalam perjalananku, ku menemukan kesedihan yang membuatku semakin kuat?

Ketegaran ini tak ubahnya akan membawaku pada titik kebahagiaan yang selalu menjadi impian setiap insan. Untuk apa aku tertidur dalam kesedihan? Jika berperang melawannya sebenarnya sangat menyenangkan?

Satu hal yang kusuka adalah ketika senja mulai merona. Saat dimana keindahan yang bisa kulihat itu benar-benar membuatku merasa dalam keindahan. Senja, yang jika kutunggu dengan segenap sabarku, kelak ku kan berjumpa dengan keindahan yang lainnya. Sebut saja sun rise. Yang jika aku melihatnya, sudah pasti semangatku menjadi seperti api yang membara. Menyulut-nyulut dan tak ingin padam. Dan yang ingin ku katakan, Selamat Berjumpa Matahari. :-) jangan bersedih, karena bahagia lebih mengindahkan.

Februari 14, 2015

A Piece of My Life

Kata-kata ini tak berarti apa-apa. Juga air mata ini, hanya sekedar ikut serta. Mungkin akan terbaca oleh sapaan debu, tersimpan rapi tak ada yang peduli. Aku menjadi seseorang yang tak berguna saat ini. Memposisikan diriku diantara banyak kesalahan. Aku ingin mundur, tapi disitu aku jumpai lubang. Aku ingin melangkah, namun terdapat batu besar.

Tak ada yang mengerti akan hatiku saat ini, mungkin ada, namun lebih memilih untuk tak peduli. Ini menyakitkan, membuat sebagian dari hidupku tersakiti, tersakiti oleh diriku sendiri.

Tak ada banyak hal yang bisa aku lakukan saat ini, hanya menunggu dan menunggu. Menunggu waktu menyembuhkan luka yang telah aku ciptakan. Kekecewaan itu sangat pantas untuk aku terima. Aku bahkan tak berhak mendapatkan kata "maaf" untuk bagian dari hidupku yang telah kusakiti.


Dear..
Ini lebih menyakitkan dari apapun. Menyakiti sebagian dari hidupku, aku telah melakukannya? Kini kata maafpun sudah tak berarti lagi. Aku tak berharap banyak kita bisa memulai lagi dari awal. Aku sudah menanam kekecewaan yang amat dalam, dan apakah mungkin kau siram hingga kekecewaan itu bertambah dalam hatimu?? 
Aku selalu dalam penantianku, hingga waktu membuatmu memaafkan aku. Aku sudah sangat bodoh hingga melukai sebagian dari hidupku sendiri, melukai kamu. Aku tak apa, jika kamu memang memutuskan untuk pergi, membawa serta luka yang telah aku ciptakan, tapi satu hal yang harus kamu tau, aku selalu menantimu untuk kembali dan memulai kisah baru denganku. :"))

Januari 06, 2015

Dear Lovely

Dear lovely..

Disni akan kujelaskan bagaimana aku menyimpanmu dalam hatiku. Menyimpan senyummu, tawamu, dan semua tentangmu. Kujelaskan bagaimana hatiku merekam segala yang kamu lakukan. Kujelaskan bagaimana hatiku merasakan bahagianya bersamamu. Kujelaskan bagaimana hatiku menepis luka dan terima hadirmu akan bahagiaku.

Entah bagaimana mataku tertarik dengan tatapan kedua matamu. Mata indah yang mampu membuatku tersenyum dalam diam. Membuatku berjalan dalam sepi dengan bayanganmu. Itu indah. Kau membuatku melayang, terbang bersama senyum dan candamu.

Kau (mungkin) seseorang yang dimaksud oleh waktu. Saat ia menggenggam tanganku, mengajak untuk segera beranjak pergi menjauhi jeritan hatiku sendiri. Saat ia menarik tanganku untuk bangkit dari lubang lukaku sendiri. Dan ia berhenti. Berheni mengajakku berjalan. Berhenti di suatu tempat yang tak ku tau untuk apa. Ternyata untuk kamu. Untuk mengizinkan kamu masuk dalam hidupku. Menutup telingaku akan jeritanku, menutup lubang akan lukaku. Iya, itu kamu. Yang datang untuk hadirkan senyumku kembali.

Dear lovely..

Aku hanya bisa berjalan menyusuri kemana waktuku pergi, hingga ia mempertemukan aku dengan laki-laki sepertimu. Aku memang belum mengerti akan dirimu. Tapi waktu yang pertemukan aku denganmu, waktu jugalah yang kan mengenalkan kamu kepadaku.

Aku menyadari bahwa rasa ini semakin nyata, aku mencintaimu dengan rasa tak biasa. Yang biasa aku tersenyum, nyatanya aku lebih dari bahagia. Yang biasa aku membayangkan, nyatanya aku merindukan. Yang biasanya aku memperhatikan, nyatanya aku memperdulikan.


Kau memberiku banyak arti keindahan. Dan kini, aku berharap, kau takkan pernah menorehkan warna bahagiaku dengan warna-warna lukamu.

Januari 03, 2015

Dear God

Dear God..

Aku merasa menjadi seseorang yang paling bahagia saat ini. Kau slalu ada disaat aku menemukan kegelapan pada jalanku. Bahkan saat ku temukan setitik luka pada hatiku. Kau segera membuka mata hatiku agar tetap melangkah pasti. Bersama cerita yang telah Kau siapkan, kini aku telah merasakan kebahagiaan setiap detikku bersama makhluk yang Kau ciptakan untuk bersamaku saat ini.

Tuhan, aku selalu bisa menikmati setiap perjalanan panjangku bersamanya. Menikmati setiap waktuku bersamanya. Bahkan menikmati setiap lelahku bersamanya. Aku bahkan tak ingin merasakan bahwa waktuku bersamanya telah berlalu.

Tuhan, aku menyayanginya, menyayangi semua yang ada pada dirinya. Senyumnya, bicaranya, bahkan amarahnya untuk peduli padaku. Aku suka caranya menatap mataku, aku suka caranya melukis senyuman di wajahku, aku suka caranya menghapus kegelisahan dalam hatiku.

Tuhan, andai aku bisa benar-benar bisa bersamanya. Aku terlanjur mencintai dia. Bahkan saat hatinya masih tertutup untukku. Kini, jangan membuatnya hilang dariku, jagakan dia untukku Tuhan. Jagakan aku di dalam hatinya. Aku ingin dia menjadi kebahagiaanku selama Kau mengizinkan jantungku berdetak. Aku ingin menjadi alasannya tersenyum selama Kau mengizinkan dia membuka matanya setiap pagi.

Tuhan, dengarlah.. Aku selalu merindukan waktuku bersamanya. Bahkan saat air dari langit ikut serta. Aku tetap menikmati kebersamaanku. Dan aku berharap, waktu takkan pernah jenuh melihat aku dan dia tertawa bersama dalam dekapannya.
  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_