Entah mengapa rindu itu membawaku pada tulisan pendek ini. Tulisan yang tidak bisa dimengerti, tapi boleh untuk dinikmati. Meski pada bagian ini adalah cerita yang telah usai, namun senjanya, hujannya, dan segala kenangannya kan tetap ada.
Walau aku tahu terkadang rindu itu terasa pilu, karena itu lah, aku dan semuanya telah menjadi masa lalu. Andai waktu mengizinkanku untuk kembali pada suatu masa, akan kupeluk erat bayangmu meski ku tahu hal itu akan terasa lelah. Dan entah mengapa, membayangkanmu (masih ) menjadi hal yang kusukai hingga saat ini. Ku tahu, kita telah bisa sama-sama menjaga hati, tapi satu yang terus ku usahakan, adalah menghapusmu bersama hujan.
Senyummu...
Yang tak pernah berubah itu, selalu menetap dalam ingatanku meski waktu telah lama berjalan. Jika kamu sempat membaca pesanku, tak ada maksud apapun dariku, semua ini hanya rindu. Karena, bukankah rindu itu tak pernah salah berlabuh?
Ya... Mungkin hanya aku yang salah merindu. Tapi semua itu sungguh terasa candu, apalagi dengan satu titik di ujung senyummu yang samar itu. Semuanya indah, pada masa itu. Andai aku tahu apa alasan terbesar cerita ini usai, mungkin tak akan secandu ini. Tapi sejak kamu memutuskan pergi, aku tidak benar-benar menginginkan untuk berpindah hati.
Tapi sekali lagi, tulisan ini hanya tulisan. Yang bisa diedit bahkan dihapus selagi ku mau. Aku hanya ingin berpetualang, dan sebentar lagi aku akan kembali pulang.


