RSS
Facebook
Twitter

Mei 11, 2014

Perpisahan?

Hai sahabat MulmediOn, ntah kenapa, ingin rasanya aku mengingat kembali apa yang pernah kita lakukan. Kita pernah sama-sama mendengar celaan, kita dijatuhkan, kita diremehkan, kita dianggap sebagai kelas yang sangat-sangat mengerikan. Kita suka protes, kita suka tak puas, dan kita seringkali berontak pada hal-hal yang membuat kita tidak nyaman.

Awal masuk, kita mempunyai wali kelas yang super sabar, Ibu Aliyatul Fikria, Bu Al mengajarkan kita bagaimana cara menghadapi suatu masalah dengan tegar, hanya dengan diam dan tunjukkan! Ingatkah kita saat kita mendapatkan seorang guru produktif yang ternyata bukan ahli dibidangnya? Betapa kecewanya kita saat itu, tapi semua itu mengajarkan kita bahwa masih banyak hal-hal yang memang harus kita kenal bahkan tak sejalan sekalipun.

Semua kesabaran, membawa kita ke tingkat cobaan yang lebih tinggi. Setahun berlalu dan tahun ke-dua kita bersama-sama, dengan wali kelas yang masih sama :)
Semua cobaan yang ada membawa kita pada kekompakan yang terjalin begitu saja, tanpa paksaan. Suatu masalah mencoba memecah suasana kelas yang membaik, perpecahan pada setiap kelompok dalam satu kelas mencoba menghalangi perubahan pada kebaikan. Namun, tak ada yang memang harus terpecahkan, kita tetap satu kesatuan. Dan itu banyak mengajarkan kita bahwa dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, kita tetap satu, keadaan tak mungkin mengendalikan kita, justru kitalah yang harus mengendalikan keadaan. Good job!

Dan seakan kita tak pernah ingin agar waktu cepat bergulir, membawa kita semakin dekat pada kata "PERPISAHAN". Tahunke-tiga membawa perubahan signifikan, cobaan yang harus kita hadapi, walau berat untuk kita, terberat untuk kita, yakinkan kita bisa!
Wali kelas kita kali ini adalah seorang Bapak yang sangat berpegang teguh pada ajaran Agama, walau beliau lebih ahli dibidang Bahasa Inggris, Bapak Kamaludin, S.Ag, S.Pd.Ing
Entah apa yang telah kita lakukan hingga ada oknum tertentu yang berusaha menjatuhkan kita. Salahkah kita jika kita melakukan perubahan demi kebaikan kita? Kurasa itu adalah hal yang wajar.
Beberapa kebaikan, beberapa prestasi telah mengangkat kita dari julukan "Kelas Mengerikan", dan tentunya tak lepas dari mereka-mereka yang lebih senang kita terjatuh.

Ingatkah kalian, saat kita sama-sama berjuang untuk suatu rencana yang telah kita siapkan? Begitu banyaknya tantangan yang harus kita hadapi, mulai dari salah paham hingga salah beneran? Mereka kembali tertawa pada hal yang hampir membuat kita terjatuh, tapi Bapak kita semua, Bapak yang tegas dalam sikapnya, dengan santai beliau merenangkan bahwa "KITA TIDAK BERSALAH", ku kira, dan mungkin kalian semua mengira, bahwa Bapak yang sangat tegas itu juga akan memarahi kita, tapi nyatanya, dibalik sikapnya yang penuh dengan hal-hal tak terduga, beliau memberi dorongan agar kita tak kembali terjatuh. Tentunya kalian ingat bagaimana bijaksananya beliau membela kita dihadapan oknum-oknum yang berbahagia? Dan tetes air mata tak dapat kita bendung, satu kenangan, kita menangis bersama-sama dalam keadaan yang hampir membuat kita terjatuh, hanya karena pembelaan dari Sang Wali Kelas kita Tercinta.

Terlalu banyak hal yang membuat kita merasa berat untuk harus berpisah. Tapi yakinlah, kebahagiaan kalian, kesuksesan kalian telah menjemput kalian di luar sana. Kebersamaan kita hanya akan mengantarkan kita pada kesuksesan, karena terlalu banyak pembelajaran yang telah kita dapatkan tiga tahun ini.

Kita sama sekali tidak berpisah, kenangan-kenangan itu akan membuat kita selamanya bersama, terlarut dalam hal-hal yang akan kalian rindukan.
Berikan kesan bahwa kita bisa menjadi lebih baik nantinya jika kita akan bertemu di tempat dan waktu tak terduga. Kelak kalian kan memasang wajah kaget ketika bertemu satu sama lain, dan itulah kerinduan yang sesungguhnya! :)

We are the best of the best
Kalian luar biasa {} I Love You all...

Bertahan? - IYA!

Saat hati berbicara tentang apa yang kurasakan, seakan mulut terkunci rapat-rapat, enggan mengungkap kata yang telah tersusun, selalu, dan selalu begitu.
Terkadang aku tak mengerti tentang diriku, kata orang, aku sangat bersahabat dengan kata-kata, dengan mudahnya mengubahnya menjadi kata-kata indah, bermakna, tapi entah jika hatiku yang meminta untuk mengatakan apa yang kurasa, semua percuma, seakan kata-kata telah tercekat pada tekak.

Aku tau, masalah datang untuk menguatkan, untuk mengubah semua menjadi lebih baik, itu pintaku. Tak ada yang bisa menebak-nebak apa yang akan terjadi, Dan tak ada yang bisa mengubahnya.

Seseorang boleh saja berpendapat, tapi setiap orang berhak untuk berubah. Mungkin hanya aku, yaa hanya aku yang selalu mengartikan sesuatu dengan mendalam hingga membuat hatiku selalu merasakan hal yang sama.

Ketika mereka bertanya "Bertahan?", ada keraguan dimatanya, namun ada keyakinan pada hatiku untuk mengatakan "IYA!". Aku tau apa yang kurasakan, dan aku mengerti apa yang mereka ketahui. Namun tak mereka sadari bahwa semua itu kan berujung sia-sia, masalah yang dulu pernah ada, akan selamanya membuat hati mereka ragu akan perubahan yang ada.

Bukankah waktu mengajarkan kita untuk selalu dewasa dan lebih dewasa? Tapi nyatanya, mereka tak mampu melihat keadaan yang berbeda, yaa mungkin karena sibuk mengungkit masalah yang telah lalu. Menjadikannya masalah yang abadi, miris!

Seringkali aku berada pada posisi yang sama. Mendengar sesuatu yang seringkali ku dengar, namun, rupanya hatiku terlalu rapuh, dan sampai saat ini aku tak bisa membuatnya menjadi hal yang semestinya ku dengar dari mulut-mulut orang yang tak mudah membaca keadaan. Lalu apa yang harus kulakukan? Menuruti kata mereka? Aku masih punya hati yang sehat, bahkan aku tak bisa menjadi seperti mereka yang dengan mudahnya menjatuhkan sesamanya dalam satu keadaan.

Aku berusaha meyakinkan hatiku, apa yang pernah buatku meneteskan air mata, harus menjadi apa yang membuatku bahagia, suatu saat nanti. Dan itu adalah dia. Bukan maksud mendahului kehendak-Nya, hanya saja, aku merasa hati ini benar-benar merasakan kenyamanan saat dengannya, dan bukan seperti apa yang mereka katakan.
  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_