Adakah yang bisa menjelaskan tentang tetes-tetes air yang menggenang di bawah kedua mataku, yang perlahan membasahi pipiku? Tetes kerinduan yang tak lagi mampu kubendung. Kubiarkan ia terurai. Karena seseorang yang selalu ingin kulihat, masih bersembunyi dalam dekapan waktu.
Adakah yang bisa menjelaskan tentang jeritan hati dengan bahasa kalbunya? Mengunci mulutku untuk berkata, hanya tertahan dalam hatiku. Aku inginkan dia saat hatiku ingin memluknya. Dalam sepi, bayangannya slalu memenuhi beranda fikiranku. Ia tersenyum seolah membuatku tegar akan jarak dan waktu yang saat ini membentang.
Ingin aku menari di bawah hujan. Agar tak seorangpun tau air mataku sedang menjelaskan tentang kerinduan yang kurasakan. Begitu dalam hingga aku mampu melukiskan kerinduanku dengan tetesan air mataku. Adakah kau tau, aku kuat karena bayang-bayang senyummu yang slalu membuat jantungku berdegup tak menentu.
Ingin aku berteriak di hamparan pasir yang luas. Agar tak seorangpun tau hatiku sedang menjelaskan bagaimana ia harus bertahan dalam kekuatan yang sebenarnya ia sangat lemah. Lemah akan kerinduan yang tak mampu dijelaskannya.
Adakah yang bisa menjelaskan tentang jeritan hati dengan bahasa kalbunya? Mengunci mulutku untuk berkata, hanya tertahan dalam hatiku. Aku inginkan dia saat hatiku ingin memluknya. Dalam sepi, bayangannya slalu memenuhi beranda fikiranku. Ia tersenyum seolah membuatku tegar akan jarak dan waktu yang saat ini membentang.
Ingin aku menari di bawah hujan. Agar tak seorangpun tau air mataku sedang menjelaskan tentang kerinduan yang kurasakan. Begitu dalam hingga aku mampu melukiskan kerinduanku dengan tetesan air mataku. Adakah kau tau, aku kuat karena bayang-bayang senyummu yang slalu membuat jantungku berdegup tak menentu.
Ingin aku berteriak di hamparan pasir yang luas. Agar tak seorangpun tau hatiku sedang menjelaskan bagaimana ia harus bertahan dalam kekuatan yang sebenarnya ia sangat lemah. Lemah akan kerinduan yang tak mampu dijelaskannya.
Kau pemilik kerinduan ini, dengarkanlah, aku sangat ingin berjumpa denganmu saat ini, air mataku terus mengalir sembari menunggu waktu mempertemukan kita. Hatiku menjerit tak kuasa menahan yang dirasakannya. Aku yakin kamu pasti merasakan. Dalam hati aku memeluk bayanganmu, menangkap senyummu, menggenggam tatapan matamu. Hanya itu yang mampu kulakukan untuk menahan segala rasa rinduku untukmu.






