RSS
Facebook
Twitter

Mei 11, 2014

Bertahan? - IYA!

Saat hati berbicara tentang apa yang kurasakan, seakan mulut terkunci rapat-rapat, enggan mengungkap kata yang telah tersusun, selalu, dan selalu begitu.
Terkadang aku tak mengerti tentang diriku, kata orang, aku sangat bersahabat dengan kata-kata, dengan mudahnya mengubahnya menjadi kata-kata indah, bermakna, tapi entah jika hatiku yang meminta untuk mengatakan apa yang kurasa, semua percuma, seakan kata-kata telah tercekat pada tekak.

Aku tau, masalah datang untuk menguatkan, untuk mengubah semua menjadi lebih baik, itu pintaku. Tak ada yang bisa menebak-nebak apa yang akan terjadi, Dan tak ada yang bisa mengubahnya.

Seseorang boleh saja berpendapat, tapi setiap orang berhak untuk berubah. Mungkin hanya aku, yaa hanya aku yang selalu mengartikan sesuatu dengan mendalam hingga membuat hatiku selalu merasakan hal yang sama.

Ketika mereka bertanya "Bertahan?", ada keraguan dimatanya, namun ada keyakinan pada hatiku untuk mengatakan "IYA!". Aku tau apa yang kurasakan, dan aku mengerti apa yang mereka ketahui. Namun tak mereka sadari bahwa semua itu kan berujung sia-sia, masalah yang dulu pernah ada, akan selamanya membuat hati mereka ragu akan perubahan yang ada.

Bukankah waktu mengajarkan kita untuk selalu dewasa dan lebih dewasa? Tapi nyatanya, mereka tak mampu melihat keadaan yang berbeda, yaa mungkin karena sibuk mengungkit masalah yang telah lalu. Menjadikannya masalah yang abadi, miris!

Seringkali aku berada pada posisi yang sama. Mendengar sesuatu yang seringkali ku dengar, namun, rupanya hatiku terlalu rapuh, dan sampai saat ini aku tak bisa membuatnya menjadi hal yang semestinya ku dengar dari mulut-mulut orang yang tak mudah membaca keadaan. Lalu apa yang harus kulakukan? Menuruti kata mereka? Aku masih punya hati yang sehat, bahkan aku tak bisa menjadi seperti mereka yang dengan mudahnya menjatuhkan sesamanya dalam satu keadaan.

Aku berusaha meyakinkan hatiku, apa yang pernah buatku meneteskan air mata, harus menjadi apa yang membuatku bahagia, suatu saat nanti. Dan itu adalah dia. Bukan maksud mendahului kehendak-Nya, hanya saja, aku merasa hati ini benar-benar merasakan kenyamanan saat dengannya, dan bukan seperti apa yang mereka katakan.

0 comment:

Posting Komentar

Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .

  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_