RSS
Facebook
Twitter

Januari 06, 2015

Dear Lovely

Dear lovely..

Disni akan kujelaskan bagaimana aku menyimpanmu dalam hatiku. Menyimpan senyummu, tawamu, dan semua tentangmu. Kujelaskan bagaimana hatiku merekam segala yang kamu lakukan. Kujelaskan bagaimana hatiku merasakan bahagianya bersamamu. Kujelaskan bagaimana hatiku menepis luka dan terima hadirmu akan bahagiaku.

Entah bagaimana mataku tertarik dengan tatapan kedua matamu. Mata indah yang mampu membuatku tersenyum dalam diam. Membuatku berjalan dalam sepi dengan bayanganmu. Itu indah. Kau membuatku melayang, terbang bersama senyum dan candamu.

Kau (mungkin) seseorang yang dimaksud oleh waktu. Saat ia menggenggam tanganku, mengajak untuk segera beranjak pergi menjauhi jeritan hatiku sendiri. Saat ia menarik tanganku untuk bangkit dari lubang lukaku sendiri. Dan ia berhenti. Berheni mengajakku berjalan. Berhenti di suatu tempat yang tak ku tau untuk apa. Ternyata untuk kamu. Untuk mengizinkan kamu masuk dalam hidupku. Menutup telingaku akan jeritanku, menutup lubang akan lukaku. Iya, itu kamu. Yang datang untuk hadirkan senyumku kembali.

Dear lovely..

Aku hanya bisa berjalan menyusuri kemana waktuku pergi, hingga ia mempertemukan aku dengan laki-laki sepertimu. Aku memang belum mengerti akan dirimu. Tapi waktu yang pertemukan aku denganmu, waktu jugalah yang kan mengenalkan kamu kepadaku.

Aku menyadari bahwa rasa ini semakin nyata, aku mencintaimu dengan rasa tak biasa. Yang biasa aku tersenyum, nyatanya aku lebih dari bahagia. Yang biasa aku membayangkan, nyatanya aku merindukan. Yang biasanya aku memperhatikan, nyatanya aku memperdulikan.


Kau memberiku banyak arti keindahan. Dan kini, aku berharap, kau takkan pernah menorehkan warna bahagiaku dengan warna-warna lukamu.

0 comment:

Posting Komentar

Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .

  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_