RSS
Facebook
Twitter

Februari 26, 2014

Dipihak Sang Waktu

Seringkali kutau, mereka yang istimewa, atau bahkan teristimewa. Terkadang aku ingin menjadi mereka yang dipihak waktu. Aku ingin merasakan jadi seseorang yang berharga, yang istimewa. Bukan. Bukan ku ingin diperlakukan seperti itu, hanya saja, aku ingin mendapatkan hal kecil dengan pengorbanan yang luar biasa. Istimewa bukan? :')

Yaa, kutau, tak mungkin seseorang berkata bahwa ia tlah berkorban, berjuang, dan sebagainya. Dan mungkin aku yang tak pernah melihat pengorbanan yang begitu nyata. Pengorbanan yang kan kuingat sebagai hal terindah dalam hidupku.

Seperti mereka yang selalu dipihak sang waktu. Merasakan betapa hidup mereka dianggap penting dan istimewa.

Salahkah jika aku ingin merasakan hal yang sama? Namun kapan waktu kan berpihak padaku, pada hasratku, pada hal kecil yang selalu kunantikan?

Dalam senyum kecilku, ku berjuang untuk slalu menjadikan diriku, kehadiranku, menjadi seseorang yang selalu dirindukan waktu, menjadikanku orang terspesial dalam hidupku sendiri.

"Tuhan, kutau rencana-Mu sungguh indah untuk hamba-Mu. Satu pintaku saat ini Tuhan, izinkan dia memberikan hal kecil yang selama ini kunantikan. Pengganti rasa penantianku atas pengorbanan yang takkan pernah kulupakan. Mengukir kejadian luar biasa yang kubingkai dalam goresan kata kenangan". :')

0 comment:

Posting Komentar

Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .

  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_