RSS
Facebook
Twitter

Agustus 02, 2015

Malamku Tentangmu

Yang kusuka dari malam adalah pekatnya. Gelapnya memang gelap, hitamnya memang hitam, tapi indahnya sangat indah. Aku selalu memperhatikan yang terjadi saat malam tiba, hewan bernyanyi sangat riang meramaikan sepinya gelap malam.

Dan hal yang selalu menari dalam bayanganku saat malam tiba adalah kebersamaanku denganmu. Aku tak pernah bisa melepaskanmu dari benakku terlebih pada kesendirianku dalam malam. Angin yang berhembus menerpa tubuhku, menceritakan satu per satu waktu yang telah kita lalui. Tahukah kau bahwa aku selalu merindukanmu? Menantikan waktu untuk mempertemukan kita lagi. 

Aku mendekap angin malam, untuk membiarkannya menceritakan kembali kisahku bersamamu. Sungguh, aku rindu. 

Kamu, memancarkan sinar bahagia yang berhasil kutangkap dengan segenap hatiku. Aku bersedia tertawa, bahkan menangis, asal itu karenamu. Aku siap untuk menembus kerasnya dinding, menahan dingginnya malam asal aku tak kan kehilangan kamu.


Aku tak pernah menang dari rasa curigaku saat kamu jauh. Tak pernah menang dari rasa rinduku saat kau tak di sampingku. Tak pernah menang dari rasa takut kehilanganmu saat hari-hariku tanpamu. Aku selalu menanti mentari untuk bisa melihatnya. Karena berlalunya waktu, membuktikan bahwa aku akan segera bertemu dengan yang kurindukan. Kamu.

0 comment:

Posting Komentar

Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .

  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_