Tidakkah membahagiakan jika melihat kupu-kupu dapat terbang dengan sayapnya? Tidakkah mengagumkan jika nampak ikan dapat berenang? Atau mungkin kelinci yang melompat dengan riang? Kebahagian bukan tentang yang kita inginkan, tapi tentang yang kita punya.
Dan aku tak pernah meminta untuk dipertemukan dengan pemilik hatiku. Lelaki tampan yang juga pandai merajut senyum di wajahku, bersedia melukis hari-hariku. Ini bukan tentang dia, tapi tentang aku yang mencintainya.
Bukan waktu yang sebentar untukku berjalan dari kegagalan soal hatiku. Mungkin aku kuat, sangat kuat. Terhianati oleh cinta yang selalu aku percaya menjadi sejatiku. Tapi apalah daya? Tupai pun masih bisa terjatuh. Namun aku tak menyalahkan kepercayaanku, aku hanya ingin memperbaikinya agar bisa utuh kembali.
Dengannya tak pernah kubayangkan. Matanya, senyumnya, genggaman tangan bahkan aroma yang menjadi khasnya itu, sedetik pun tak pernah lepas dari benakku. Aku bahagia, lebih dari bahagia yang pernah kurasakan. Aku nyaman, lebih dari kenyamanan yang pernah kujalani.
Hampir di sudut setiap aku berada, menjadi saksi kebersamaan kita. Jadi bagaimana aku bisa lepas dari bayang-bayangnya? Hmm, aku bahagia, entah apa yang mampu menggambarkan itu. Bahkan saat seseorang membaca ini dan merasakannya, aku lebih merasakan dari yang mereka rasakan. Bagaimana tidak? Untuk bersedih pun tak ada alasan.
Dan aku tak pernah meminta untuk dipertemukan dengan pemilik hatiku. Lelaki tampan yang juga pandai merajut senyum di wajahku, bersedia melukis hari-hariku. Ini bukan tentang dia, tapi tentang aku yang mencintainya.
Bukan waktu yang sebentar untukku berjalan dari kegagalan soal hatiku. Mungkin aku kuat, sangat kuat. Terhianati oleh cinta yang selalu aku percaya menjadi sejatiku. Tapi apalah daya? Tupai pun masih bisa terjatuh. Namun aku tak menyalahkan kepercayaanku, aku hanya ingin memperbaikinya agar bisa utuh kembali.
Dengannya tak pernah kubayangkan. Matanya, senyumnya, genggaman tangan bahkan aroma yang menjadi khasnya itu, sedetik pun tak pernah lepas dari benakku. Aku bahagia, lebih dari bahagia yang pernah kurasakan. Aku nyaman, lebih dari kenyamanan yang pernah kujalani.
Hampir di sudut setiap aku berada, menjadi saksi kebersamaan kita. Jadi bagaimana aku bisa lepas dari bayang-bayangnya? Hmm, aku bahagia, entah apa yang mampu menggambarkan itu. Bahkan saat seseorang membaca ini dan merasakannya, aku lebih merasakan dari yang mereka rasakan. Bagaimana tidak? Untuk bersedih pun tak ada alasan.
Keindahan alam itu, saksi kebahagiaan yang kita ciptakan. Mungkin tak ada yang mengerti.
Jauh di dalam hatiku, aku masih disana bersamanya. Seseorang yang selalu ada di balik
terciptanya senyuman di wajahku. Yang selalu menjadi pelukis hari-hariku.
Senyumku, senyumnya, dan bahagia milik kita.




0 comment:
Posting Komentar
Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .