Bersama hujan kulukiskan segala apa yang kurasa saat ini, tentang hatiku, tentang kamu. Aku tak pernah menyangka aku dapat bangkit dari jeratan masa laluku, dari ketidakberdayaan hatiku tentangnya. Aku pernah membayangkan bagaimana kisahku harus berakhir, tapi aku tak yakin untuk bisa mempercayainya. Tapi, setelah kamu hadir mewarnai hari-hariku, membuatku menjalani hariku dengan senyumanku, aku percaya, bahwa Tuhan sengaja membuat kisahku berakhir agar bisa kujalani lembaran baruku bersamamu. Bersama ornag yang dipilihkan-Nya untukku.
Bersama hujan kulukiskan segala apa yang tak mampu kuungkapkan. Tentang hatiku saat bersamamu. Saat itu pula aku membayangkan seandainya saja waktu tak pernah berlalu, tak pernah membiarkan semua itu menjadi kenangan, tapi aku tak mampu hentikannya, waktu tetaplah waktu yang terus berlalu. Tanpa kusadari kenangan itu slalu hidup dalam anganku, untuk dapat sejenak mengobati rinduku saat kau jauh dariku.
Bersama hujan kulukiskan segala apa yang tak dapat kau dengar. Bisikan kata hatiku yang hanya mampu didengar sang waktu, bahwa aku merindukanmu saat ini, merindukan segala apa yang mampu membuat kita tertawa bersama. Mengertilah, aku hanya bisa berbicara pada jutaan air yang turun saat ini, dan mungkin mereka mengerti. Aku dengan segala rasa rinduku, slalu membayangkan kamu ada disampingku diantara mereka. Menyaksikan bagaimana mereka mampu turun untuk berbagi kebahagiaan pada tanah yang haus.
Bersama hujan kulukiskan segala apa yang tak mampu kuungkapkan. Tentang hatiku saat bersamamu. Saat itu pula aku membayangkan seandainya saja waktu tak pernah berlalu, tak pernah membiarkan semua itu menjadi kenangan, tapi aku tak mampu hentikannya, waktu tetaplah waktu yang terus berlalu. Tanpa kusadari kenangan itu slalu hidup dalam anganku, untuk dapat sejenak mengobati rinduku saat kau jauh dariku.
Bersama hujan kulukiskan segala apa yang tak dapat kau dengar. Bisikan kata hatiku yang hanya mampu didengar sang waktu, bahwa aku merindukanmu saat ini, merindukan segala apa yang mampu membuat kita tertawa bersama. Mengertilah, aku hanya bisa berbicara pada jutaan air yang turun saat ini, dan mungkin mereka mengerti. Aku dengan segala rasa rinduku, slalu membayangkan kamu ada disampingku diantara mereka. Menyaksikan bagaimana mereka mampu turun untuk berbagi kebahagiaan pada tanah yang haus.
Dengarlah apa yang kukatakan pada hujan. Aku ingin menjadi seperti kalian, meskipun terkadang hadirku tak diharapkan, tapi aku mampu untuk ada di depannya, menyaksikan dia menatapku dalam-dalam. Mengerti bagaimana dia merindukan seseorang, cukup memandang matanya yang selalu membuatku tak pernah berhenti berfikir tentangnya. Tapi aku bukan hujan, aku tetaplah menjadi seseorang yang merindukanmu ditengah hujan.




0 comment:
Posting Komentar
Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .