RSS
Facebook
Twitter

Desember 14, 2014

Lebih Dari Bahagia

Aku takkan pernah lupakan hari itu. Hari dimana mereka menjadi saksi kebahagiaan kita, atas nama rindu yang seringkali singgah pada hati. Kebahagiaanku tak mampu terucap hanya dengan kata "aku bahagia". Tak pernah kubayangkan sebelumnya kisah cerita yang terjalin saat ini, setelah aku kau buat kecewa. Namun tak bisa kupungkiri bahwa kekecewaanku tiada arti jikalau aku menyayangimu.

Ombak tak pernah bisa menahan dirinya untuk tak ketepi, membasahi kaki yang dilintasinya, disertai jeritan bahagia yang terkasih. Iya, mereka menyaksikan bagaimana aku bahagia bersamamu, bahkan lebih.

Sempat terlintas dalam benakku fikiran yang tak mungkin bisa terjadi,"waktu, jangan berlalu", tapi memang sangat tidak mungkin, hingga ia bisa pergi, namun aku tetap berterimakasih, ia hadirkan rindu, ia pula yang sirnakannya.

Entah apa yang ingin kutuliskan agar kalian mengerti, aku bahagia bersamanya. Rasa ini tak mampu kujelaskan, namun aku rasakan lebih dari apapun. Dan mungkin kalian mengerti.


Hai yang tersayang, terima kasih sudah hadirkan rasa yang indah ini. Aku tak pernah membayangkan bagaimana Dia mempertemukan kita, dan aku tak pernah mengharapkan Dia memisahkan kita. Bahagiaku adalah saat waktu mengizinkan aku menghabiskan hariku bersamamu, meskipun mata ini tak selalu bisa melihatmu, tapi hati ini selalu rasakan ada dirimu. Jangan pernah lari, jangan pergi, karena aku menyayangimu.

0 comment:

Posting Komentar

Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .

  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_