Atas nama ketulusanmu, aku meminta maaf. Aku tak lebih dari seorang gadis labil yang masih butuh bimbingan. Maaf atas kata "IYA" yang tlah terucap dari mulutku, yang sekedar memberikan kebahagiaan yang singgah sejenak dalam hidupmu namun ia pergi juga karenaku. Aku tak bisa memunafikkan hatiku terlebih jika aku jatuh hati pada hati selainmu. Aku tak pernah menyalahkan rasa kecewamu, semua yang kau lakukan kepadaku kini, sungguh ikhlas hati aku menerima.
Atas nama hatimu yang terluka, sesungguhnya aku tak sanggup membuatmu merasakan apa yang kau rasakan saat ini. Dalam dasar hatiku, aku menjerit atas naman kebodohan dan keegoisanku. Aku hanya seperti seorang yang tak mengerti apa itu rasa terima kasih. Tak seharusnya aku membuatmu seperti ini, sungguh hanya ada penyesalan terlebih saat kau memutuskan untuk pergi dari hidupku.
Yang bisa kulakukan saat ini adalah memohon pada sang Pencipta Waktu untuk segera menyembuhkan lukamu karenaku. Memohon agar lebih dikuatkan hatimu hadapi kenyataan sepahit ini. Aku tau, kalbu yang menyelimuti hatimu saat ini membuatmu buta akan kata maafku, tapi aku percaya, suatu saat nanti kau pasti bisa bangkit dari rasa sakitmu, aku berharap kamu percaya pada Janji-Nya. Satu kata yang tak kan berarti apa-apa saat ini, namun tak pernah bosan untuk terlontar dari hatiku untukmu, maaf.
Atas nama hatimu yang terluka, sesungguhnya aku tak sanggup membuatmu merasakan apa yang kau rasakan saat ini. Dalam dasar hatiku, aku menjerit atas naman kebodohan dan keegoisanku. Aku hanya seperti seorang yang tak mengerti apa itu rasa terima kasih. Tak seharusnya aku membuatmu seperti ini, sungguh hanya ada penyesalan terlebih saat kau memutuskan untuk pergi dari hidupku.
Kamu adalah serpihan rasa sakit atas keegoisan hatiku sendiri, yaa aku tau tak mudah melupakan apa yang sudah kulakukan terhadapmu, terlebih terhadap ketulusanmu.
Yang bisa kulakukan saat ini adalah memohon pada sang Pencipta Waktu untuk segera menyembuhkan lukamu karenaku. Memohon agar lebih dikuatkan hatimu hadapi kenyataan sepahit ini. Aku tau, kalbu yang menyelimuti hatimu saat ini membuatmu buta akan kata maafku, tapi aku percaya, suatu saat nanti kau pasti bisa bangkit dari rasa sakitmu, aku berharap kamu percaya pada Janji-Nya. Satu kata yang tak kan berarti apa-apa saat ini, namun tak pernah bosan untuk terlontar dari hatiku untukmu, maaf.



0 comment:
Posting Komentar
Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .