Tak pernah ada cahaya yang tak pernah padam.
Bintangpun akan terkalahkan oleh datangnya siang.
Tapi ada, cahaya yang selalu bersinar.
Namun apaa?
Aku sering berada dalam situasi yang sekarang sedang ku hadapi. Aku sering merasakan bagaimana terhempaskan layaknya histeria. Sama, tak berbeda. Namun kenapa? Hati ini tetap tak semudah itu menerima? Siapa yang seharusnya mengerti akan semua? Siapa yang seharusnya memahami?
Semua orang berkata "kau bodoh, kau tolol, kau lemah", tapi apa mereka tau bahwa sebenarnya aku berusaha untuk kuat? Ini caraku. Dan aku yang tau akan hatiku.
Saat aku dibuat senang olehnya, saat itu pula air mataku berlomba-lomba membasahi pipiku setelahnya. Keadaan ini sering ku temui setaun yang lalu. Cukup lama memang, namun sekarang kembali terjadi untuk pertama kalinya. Aku ingin mengungkapkan maksud dan keinginanku semuanya, melampiaskan semua kata-kata yang tlah tersusun dalam hati ini. Tapi semua itu tertahan oleh perasaan bahwa "aku tak ingin melukai hatinya". Memang gila, sangat gila! Aku tak pernah bisa melampiaskan kata-kata yang sekiranya akan membuatnnya memikirkan sesuatu yang tak kan berujung.
Aku tau bagaimana rasanya memikirkan sesuatu yang seharusnya tak harus menjadi beban pikiranku, seperti saat ini. Dan itu, aku tak ingin membuatnya merasakan hal yang sama. Mereka tak kan pernah tau bagaimana caraku berfikir dan bagaimana caraku menghadapi keadaan seperti ini. Yang mereka tau, aku bodoh, aku tolol, dan aku lemah. Aku yang selalu berusaha menjaga hati dan perasaannya dan tak pernah pedulikan betapa sakit yang kurasakan karenanya. Karna apa? Karna aku takkan pernah membiarkan dua hati itu terluka, tak pernah ada celah jika kedua hati itu merasakan hal yang sama.
Hatiku yang lebih dulu merasakan luka itu, maka aku takkan membuat hatinya merasakan yang sama. Aku hanya berharap, hatinya akan membuat hatiku kembali seperti saat sebelum hatiku memaksa air mataku membasahi pipiku.
Justru ini caraku untuk berusaha kuat, saat aku tak pernah bisa melampiaskan kata-kata dalam hatiku, aku yakin, hatinya kan mengetahui apa yang tersimpan dalam hati ini, suatu saat nanti.
Tak semua bisa terungkap dengan mudah, begitu saja. Akan ada waktu untuk membuat sesuatu itu lebih baik, dan akan menjadi lebih baik saat mengetahui apa yang tlah lama terpendam. Karena itu bisa menjadi sebuah pembelajaran.
Man lam yadzud lam yadri, yang tidak merasakan tidak tau. :')
Bintangpun akan terkalahkan oleh datangnya siang.
Tapi ada, cahaya yang selalu bersinar.
Namun apaa?
Aku sering berada dalam situasi yang sekarang sedang ku hadapi. Aku sering merasakan bagaimana terhempaskan layaknya histeria. Sama, tak berbeda. Namun kenapa? Hati ini tetap tak semudah itu menerima? Siapa yang seharusnya mengerti akan semua? Siapa yang seharusnya memahami?
Semua orang berkata "kau bodoh, kau tolol, kau lemah", tapi apa mereka tau bahwa sebenarnya aku berusaha untuk kuat? Ini caraku. Dan aku yang tau akan hatiku.
Saat aku dibuat senang olehnya, saat itu pula air mataku berlomba-lomba membasahi pipiku setelahnya. Keadaan ini sering ku temui setaun yang lalu. Cukup lama memang, namun sekarang kembali terjadi untuk pertama kalinya. Aku ingin mengungkapkan maksud dan keinginanku semuanya, melampiaskan semua kata-kata yang tlah tersusun dalam hati ini. Tapi semua itu tertahan oleh perasaan bahwa "aku tak ingin melukai hatinya". Memang gila, sangat gila! Aku tak pernah bisa melampiaskan kata-kata yang sekiranya akan membuatnnya memikirkan sesuatu yang tak kan berujung.
Aku tau bagaimana rasanya memikirkan sesuatu yang seharusnya tak harus menjadi beban pikiranku, seperti saat ini. Dan itu, aku tak ingin membuatnya merasakan hal yang sama. Mereka tak kan pernah tau bagaimana caraku berfikir dan bagaimana caraku menghadapi keadaan seperti ini. Yang mereka tau, aku bodoh, aku tolol, dan aku lemah. Aku yang selalu berusaha menjaga hati dan perasaannya dan tak pernah pedulikan betapa sakit yang kurasakan karenanya. Karna apa? Karna aku takkan pernah membiarkan dua hati itu terluka, tak pernah ada celah jika kedua hati itu merasakan hal yang sama.
Hatiku yang lebih dulu merasakan luka itu, maka aku takkan membuat hatinya merasakan yang sama. Aku hanya berharap, hatinya akan membuat hatiku kembali seperti saat sebelum hatiku memaksa air mataku membasahi pipiku.
Justru ini caraku untuk berusaha kuat, saat aku tak pernah bisa melampiaskan kata-kata dalam hatiku, aku yakin, hatinya kan mengetahui apa yang tersimpan dalam hati ini, suatu saat nanti.
Tak semua bisa terungkap dengan mudah, begitu saja. Akan ada waktu untuk membuat sesuatu itu lebih baik, dan akan menjadi lebih baik saat mengetahui apa yang tlah lama terpendam. Karena itu bisa menjadi sebuah pembelajaran.
Man lam yadzud lam yadri, yang tidak merasakan tidak tau. :')



0 comment:
Posting Komentar
Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .