RSS
Facebook
Twitter

November 13, 2013

Kisah Perjalanan Cinta II

Waktu membawaku mengenal mereka, sahabat-sahabat yang bisa sedikit menghilangkan sakit yang kurasa. Waktu juga sepertinya mengenalkan aku pada CINTA yang lain. Aku tak mengenalnya sebelumnya, tapi aku pernah bertemu, dan pertemuan awal itulah yang akhirnya membuatku memiliki rasa ketertarikan terhadapnya. Siapa dia? Itu yang seringkali ku pertanyakan pada diriku sendiri. Sosok yang kharismatik, simpatik, dan tentunya, pandai sekali dia membuat mata hatiku terus ingin melihatnya. Aku adalah seseorang yang membawa luka dan ingin menggantikannya dengan kebahagiaan yang sempat hilang.

Lentera, yaa aku membutuhkan lentera yang setia menemaniku menyinari kegelapanku seperti saat ini. Mungkinkah dia? Rasanya, aku ingin bersahabat dengan waktu, aku sangat ingin mengetahui apa yang terjadi satu menit setelah ini? Tuhan, jika aku boleh meminta, aku hanya ingin ada seseorang yang membawaku keluar dari ruang kegelapan ini, namun tidak membawaku pada ruang kegelapan yang lain. Aku hanya ingin mendapatkan kehagiaan, setelah sebelumnya, aku tlah kehilangan sesuatu yang kuanggap itu kebahagiaanku.

Waktu berjalan, dan waktu menjawab tanyaku. Waktu tlah berbaik hati untuk mengenalkan aku pada sosok yang membuat mata hatiku tak henti ingin melihatnya. Pada sosok yang menggetarkan hatiku saat bertemu dengannya. Kini aku mengenalnya, namun aku belum tau pasti siapa dia dan bagaimana dia. Dan aku berharap, waktu izinkan aku untuk mengenalnya lebih dekat.

“Tuhan, aku ingin kali ini Kau kabulkan permohonanku, aku ingin dia adalah kebahagiaanku yang selama ini Kau siapkan untuk mengganti air mata yang keluar dari mataku selama ini. Empat tahun sudah aku bertahan pada ketidakpastian cinta, permainan yang membuat aku menjadi pribadi yang jauh berbeda. Kini ku mohon, kembalikan keceriaan dan senyuman dengan mengizinkan aku mengenal dia lebih dekat”.

Seiring dengan berjalannya waktu, waktu mengembalikan aku menjadi pribadi yang ku kenali dulu, aku yang tak mudah patah semangat, aku yang tak pernah menunjukkan kesedihanku pada semua orang. Dan waktu menjawab semua inginku, bahkan lebih. Aku yang ingin mengenalnya lebih dekat, kini, dia tlah menjadi milikku, seseorang dalam hatiku. Aku menyayangi, dan mencintainya. Entah, apa yang membuatku dari ingin mengenalnya menjadi sangat menyayanginya.

Ini jawaban Tuhan. Dia, dia adalah lentera yang berhasil menemaniku melewati gelap kehidupanku. Dia yang berhasil kembalikan senyumku. Dan dia yang temani aku, disaat aku rapuh. Memberiku semangat untuk bangkit, disaat aku terjatuh.

Apa yang ku yakini, kini tlah benar-benar ku dapatkan. Air mata yang dulu menemaniku, kini tlah menjadi butir-butir kebahagiaan. Ternyata, hidup ini adil. Tuhan slalu hadirkan pelangi setelah hujan, walau tak secepat yang kita inginkan. Semua proses. Dan hidup ini perjalanan.

Sekarang aku bersyukur, dengan adanya aku yang rapuh dulu, kini aku menjadi pribadi yang lebih kuat. Masalah apapun yang menghadangku, dia slalu ada membuatku bangkit. Sekalipun dalam perjalanan cinta ini, seringkali juga dia membuat air mataku menetes, namun, dia berhasil membuatku tersenyum kembali. Dia mengajarkan aku kekuatan untuk bertahan dalam situasi apapun. Karena aku menyayanginya. Ini bukan kebodohan, namun ketulusan ini membuatku bertahan. Kekuatan cinta ini yang memaksaku menerima banyak makna cinta yang belum ku ketahui. Dan dia, dia mengajarkan semuanya.

Pelangi setelah hujan. Air mata sebelum kebahagiaan. Dan kini, aku benar-benar menyayanginya. Penyemangat dan kekuatanku. Dia adalah lenteraku :-)

0 comment:

Posting Komentar

Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .

  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_