RSS
Facebook
Twitter

November 13, 2013

Remaja vS Emosional

Banyak kata yang tak perlu diungkapkan, namun perlu dimengerti. Aku tak perlu mengatakan “aku sayang kamu”, dan kamu cukup pandai membaca hatiku. Hati, tempat dimana tersimpan berjuta kata yang terkadang tak mampu diungkapkan, dan juga terkadang pengungkapannya dengan penuh emosional. Tidak, bukan amarah. Emosional adalah suatu cara bertindak atau mengungkapkan sesuatu dengan penuh perasaan. Dan perasaan bukan hanya tentang amarah bukan? Jadi emosional bukanlah amarah. Emosional terkadang menguasai hati. Ketika kamu bahagia, apa yang kamu rasakan seolah mudah kamu ungkapkan, namun tak jarang juga sebagian dari kita lebih memilih diam. Dan ketika kamu bersedih, kamu cenderung mengungkapkan kesedihan kamu dengan alasan bisa membuat hati kamu sedikit lega, namun tak jarang juga, kamu lebih memilih diam tak berkata, sehingga akhirnya air matalah yang berbicara.

Sebagian dari kita, khususnya wanita, tak menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah ungkapan emosiaonal dari hati kita. Ada pepatah bahwa kita seharusnya bisa mengendalikan emosi, namun faktanya, emosilah yang mengendalikan kita. Tak banyak orang yang mampu mengusai hati, terlebih saat kita merasa tersakiti. Mengapa? Sakit hati bukan lagi hal yang langka, hal tersebut sangat lumrah dan wajar terjadi, terlebih pada usia remaja yang masih labil akan emosi. Banyak dari mereka lebih mengungkapkan kesedihan mereka pada sosial media dan berharap ada seseorang yang mampu tenangkan mereka. Padahal, dengan hanya bersikap tenang dan menguasai emosional, mereka tak perlu membuat dunia tau apa yang mereka rasakan. Tak mudah memang, lalu, apa dengan membuat dunia tau, mesalah itu akan selesai? Bahkan yang ku tau, dengan membiarkan dunia tau, terkadang kita lebih terlihat lemah tanpa kalian tau.

Hidup ini bukan tentang sakit hati. Masih ada hal lain yang lebih bisa membuat kalian merasa tersakiti. Remaja, memang fase dimana kedewasaan dan pengetahuan lebih banyak mereka dapatkan. Namun, tak jarang mereka terhambat oleh emosi mereka sendiri.

Hidup kalian masih panjang, kalian belum merasakan seperti apa hidup yang sebenarnya. Jangan hanya tentang sakit hati yang kalian rasakan, membuat impian kalian terhenti begitu saja. Sia-sia. Kalian akan mengerti apa arti sakit hati jika kalian telah merasakan seperti apa kehidupan. Pasti sebagian dari kalian berfikir bahwa dua hal tersebut sangat tidak sebanding. Sebagian dari kalian pasti lebih memilih sakit hati berkali-kali daripada kehidupan kalian harus terhenti sesaat.

Hati memang terkadang sulit dimengerti. Tapi cobalah untuk sedikit memahami. Jangan pernah salahkan orang lain, karena mereka tak pernah tau apa yang ada dalam isi hatimu. Jika itu salah, perbaiki. Dan jika itu berat, cobalah untuk setahap demi setahap membawanya. Tak ada luka yang abadi jika kalian mengerti bagaimana caranya mengendalikan hati kalian sendiri.

Dan wanita yang sesungguhnya adalah ia yang tak pernah ceritakan masalahnya kepada dunia, kecuali hanya kepada mereka yang peduli. So, jangan buat dirimu terlihat lemah dimata dunia girl.

Be strong girl..! ;-)

0 comment:

Posting Komentar

Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin. Berkomentarlah dengan bijak . .

  • Followers

    Statistik Blog

  • Note

    Manusia diciptakan dengan dua mata, agar dapat melihat dengan sempurna. Dua telinga, agar lebih banyak mendengar. Satu mulut, agar berbicara seperlunya. Dan satu hati, untuk bisa merasakan segalanya. =) ~ @dkdhinin_